Sejarah Unik Tentang Jersey Sepak Bola
Perkembangan
sepakbola akhir akhir ini sangatlah pesat dan bahkan menjadi salah satu
mega industri yang sangat besar, hal ini dapat dibuktikan dengan
bermunculannya investor investor asing yang gak segan segan
menggelontorkan ribuan US dolar demi membuat team sepakbola yang
mumpuni, sebagai contoh Chelsea, Manchester City, PSG dan masih banyak
lagi. Hal ini tidak lepas dari semakin lakunya sepakbola di masyarakat
dari semua kalangan, miskisn atau kaya, tua atau muda, laki laki atau
perempuan. Hal ini menjadikan sepakbola menjadi ladang bisnis baru,
makanya tidak segan segan perusahaan perusahaan mau mensposori suatu
club sepakbola dengan menggelontorkan dana yang tidak sedikit demi
produk atau nama perusahaannya terpasang di kaos team suatu club
sepakbola.
Kaos team club sepakbola inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan jersey. berikut sejarah unik mengenai jersey sepak bola :
Jersey
sepak bola biasanya menerakan nomor pemain di bagian belakang sesuai
posisi dan ketenaran sang pemain. Tak jarang, nomor yang dipakai pemain
top dijadikan nomor keramat, seperti misalnya Pele dan Maradona yang
selalu bernomor punggung 10.
Yang
menarik, kapankah nomor punggung di kostum pemain bola mulai digunakan?
Jawabannya adalah tanggal 25 Agustus 1928. Saat itu Arsenal dan Chelsea
menorehkan nomor punggung di baju mereka saat bertanding melawan The
Wednesday (kemudian jadi Sheffield Wednesday) serta Swansea Town di
hari yang sama.
Setelah
beberapa kali eksperimen – tentu ada pihak kontra yang beranggapan
nomor punggung bisa merusak warna kostum – maka Inggris memutuskan
memberlakukan nomor punggung sebagai bentuk permanen dari kostum
pesepakbola. Awalnya, sebelas pemain starting memakai pakaian bernomor
punggung yang dirunut dari angka 1 hingga 11, dan seorang pemain dapat
menggunakan nomor punggung berbeda dalam satu musim.
Walau
tak ada aturan pasti yang menentukan nomor punggung mewakili posisi
tertentu di lapangan, secara de facto sebuah standar telah muncul dan
dipakai sebagian besar tim sepakbola, dengan beberapa pengecualian.
Secara
umum para penjaga gawang memakai nomor punggung 1. Kesepakatan tak
tertulis ini nyaris diterima secara universal. Bek atau pemain belakang
mengunakan nomor 2 dan 6. Para gelandang kebanyakan memakai nomor 4, 6,
7, 8, 10, serta 11 (nomor 11 dan 7 secara tipikal digunakan para pemain
sayap kiri dan kanan). Sementara para striker suka menggunakan nomor 9
dan 10, dan kadang nomor 7, 8, serta 11.
Tatkala
sistem pergantian pemain diperkenalkan dalam sepakbola di tahun 1965,
pemain cadangan mengambil nomor punggung 12 dan seterusnya. Sebagai
catatan, pada masa tersebut nomor 13 masih diharamkan berhubung takhyul
sebagai angka sial.
Pemakaian nomor punggung yang ditetapkan secara pasti pada tiap pemain dalam sebuah skuad diperkenalkan pada Piala Dunia 1954. Setiap pemain dari masing-masing negara yang masuk daftar 22 pemain memakai nomor punggung tertentu dan sama sepanjang turnamen berlangsung. Hasilnya, nomor punggung 12 hingga 22 bisa diberikan pemain lainnya di dalam skuad, tanpa perlu memperhatikan posisi pemain bersangkutan di lapangan.
Sebuah
tim dapat memasukkan pemain sebagai starter tanpa perlu mengutamakan
pemain bernomor punggung 1 hingga 11. Meski nomor punggung 1 sampai 11
cenderung diberikan pada para pemain inti, faktanya pemain boleh
memilih angka yang digemari. Contohnya Johan Cruyff yang bersikeras
menggunakan nomor 14.
Pada
Piala Dunia 1978 dan 1982, timnas Argentina mencoba tampil beda. Mereka
mengurutkan sesuai nama sang pemain secara alphabet. Hasilnya, para
pemain di bangku cadangan (bukan kiper) dapat menggunakan nomor
punggung 1.
Kejadian
ini mengakibatkan Badan Sepak bola Dunia (FIFA) akhirnya menelurkan
regulasi hanya kiper yang boleh memakai nomor punggung 1
Munculnya Sponsor
Konsep sponsor pada kaos seragam sepak bola mulai dikenal pada tahun 1950-an. Pada era ini Austria, Denmark, dan Prancis adalah beberapa negara yang klub-klub sepak bolanya mulai menampilkan sponsor pada jersey mereka. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Namun, tidak semua klub di Eropa melakukan hal yang sama. Sebab, banyak liga di negara-negara daratan Eropa melarang adanya logo dan nama pada kaos seragam suatu klub selain nama dan logo klub itu sendiri.
Era baru sponsorship pada kaos jersey bola terjadi pada tahun 1973. Adalah Mast Günter, sosok pioner yang memiliki ide untuk mensponsori klub sepak bola di tahun tersebut.
Ketika
itu, Mast Günter menjalin kerja sama sponsorship dengan sebuah klub
bernama Eintracht Braunschweig. Mast Günter menempatkan logo
Jagermeister pada kaos klub yang bermain di Bundesliga ini.
Jagermeister adalah merek minuman beralkohol yang merupakan produk
utama dari perusahaan Mast-Jägermeister AG yang berbasis di Jerman.
Sponsor pada jersey menambah pendapatan klub/Google
Sebenarnya
logo Jagermeister sebelumnya pernah diluncurkan ketika
Mast-Jägermeister AG menjadi sponsor tim balap motor. Akan tetapi,
olahraga sepak bola yang memiliki banyak sekali penyuka dianggap
menjanjikan peluang yang jauh lebih besar untuk berpormosi. Mast pun
mengalihkan sponsor dari balap motor ke sepak bola.
Untuk
kerja sama ini, Eintracht Braunschweig mendapat bayaran sekitar 160.000
hingga 800.000 Marks untuk masa kontrak lima tahun. Eintracht
Braunschweig menempatkan logo Jagermeister di bagian depan kaos seragam
klub ini.
Mulanya
asosiasi sepak bola Jerman tidak meluluskan permintaan Eintracht
Braunschweig untuk memakai kaos jersey yang terdapat logo sponsor.
Hanya saja, ketika semua pemain klub ini memilih untuk mengganti logo
tradisional mereka dengan logo Jagermeister, liga pun tidak dapat
berbuat apa-apa.
Eintracht
Braunschweig mengenakan seragam barunya ini pada tanggal 23 Maret 1973.
Tujuh bulan kemudian, sponsor pada kaos jersey bola resmi dilegalkan
oleh Bundesliga.
Ketika sponsor pada kaos jersey bola telah mendapatkan tempat di Jerman, tidak demikian dengan di Inggris. Liga Inggrias bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi berupa denda yang besar pada klub yang mengenakan seragam yang memuat tulisan atau logo dari perusahaan sponsor.
Liga Inggris baru mulai mengizinkan sponsor pada kaos jersey bola empat tahun setelah Jerman melakukannya.
